Pada awalnya saya sama sekali tidak mengetahui tentang seluk beluk sebuah jurusan yang bernama Ilmu dan Teknologi Pangan. Melihat kakak – kakak kelas dari SMA Negri 1 Jakarta yang telah masuk perguruan tinggi pun, saya belum pernah mendengar ada yang memilih jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan.

Awalnya juga saya hanya mencoba-coba untuk mendaftar ke IPB  lewat jalur USMI. Saat mengisi formulir, saya tidak tahu harus mengisi dua pilihan jurusan yang disediakan  dengan jurusan apa.  Hal ini memang terjadi karena saat itu di sekolah saya belum ada pengarahan tentang pemilihan jurusan di perguruan tinggi. Sampai di saat-saat akhir batas pengumpulan formulir, teman saya yang terlebih dahulu diterima di Ilmu dan Teknologi Pangan UPH menyarankan untuk mengambil jurusan yang sama dengannya. Tanpa berfikir panjang saya langsung memilih jurusan ini di IPB.

Keesokan harinya, saya merasa sedikit menyesal dengan tindakan ceroboh saya yang tidak memikirkan secara matang dan tidak mencari tahu seluk beluk jurusan yang saya pilih. Untuk memastikan bahwa jurusan yang saya pilih itu “benar”, saya mencari tahu tentang jurusan teknologi pangan ini dari berbagai sumber. Pertama saya searching di internet untuk mengetahui apa saja yang dipelajari di jurusan ini. Kemudian saya juga bertanya kepada paman saya yang telah bekerja di industri pangan tentang berbagai prospek kerja dalam lingkup teknologi pangan. Setelah mendengar jawaban beliau, saya tidak ragu lagi untuk memantapkan jalan hidup saya selanjutnya di Ilmu dan Teknologi Pangan IPB.

Setelah memasuki departemen ITP di IPB ini, saya baru mengetahui bahwa departemen ITP merupakan departemen terbaik di IPB. Baru-baru ini, departemen ITP juga mendapat pengakuan sebagai departemen yang memenuhi syarat untuk mendapat sertifikasi internasional dari Institute of food technologists (IFT). Tidak sekedar kebanggan atas sertifikasi intenasional, departemen ITP IPB juga merupakan yang pertama dan satu-satunya program studi bidang pangan di luar Amerika Utara yang telah mendapat pengakuan oleh IFT sampai saat ini.

Kesuksesan yang diraih oleh departemen ini bukan tanpa perjuangan. Banyak penilaian yang ditinjau untuk mendapat sertifikasi internasional ini dan departemen ITP dapat memenuhinya dengan baik. Berbagai aspek penilaian yang harus dipenuhi misalnya seperti fasilitas yang tersedia, kurikulum yang memenuhi persyaratan internasional dari IFT, prestasi para mahasiswanya dalam lingkup internasional, dan lain-lain. Prestasi para mahasiswa ITP ini biasanya adalah menciptakan terobosan-terobosan dalam bidang pangan fungsional. Sebagai contoh kita dapat melihat produk mie jagung yang tidak butuh pewarna dalam pengolahannya serta sangat berguna untuk pemenuhan gizi ibu hamil. Produksi mie jagung ini jika benar-benar digalakkan juga bisa mereduksi impor tepung terigu hingga 10%. Produk lainnya seperti teh rosella juga merupakan pengembangan dari mahasiswa departemen ITP IPB. Produk-produk ini merupakan contoh “keberingasan” dari para mahasiswa ITP untuk memajukan pangan bangsa.

Akhir kata , Saya sangat bangga bisa menjadi bagian dari departemen ini :)

Referensi    :

http://www.sman1jkt.com/

http://itp.fateta.ipb.ac.id/

http://www.ift.org/

http://http//nurulfikri.sch.id/index.php?option=com_content&view=article&id=241:beralihlah-ke-mi-jagung&catid=5:berita&Itemid=17

http://http//deatta.wordpress.com/2008/04/17/teh-rosella-yang-banyak-manfaatnya/

Caledar
May 2015
S M T W T F S
« Dec    
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  
Archives